infopaytren.com

Atasi Kutu Air Dengan Obat Tradisional

Obat Tradisional Penyakit  Kutu Air
Bahan:
Daun samboloto ............................... 11 lembar
Daun brotowali ................................. 3 lembar
Daun mimba ..................................... 17 lembar
Kunyit  diparut................................... ½ sendok teh
Minyak kelapa ................................... 1/3 gelas
Belerang  halus ................................. ½ sendok  teh
Cara meramu:
Rajang halus daun sambiloto, daun brotowali, dan daun muimba. Panaskan minyak kelapa dengan api kecil, kemudian masukan semua bahan kecuali belerang. Aduk-aduk sampai  rata, kira-kira setelah 5 menit, angkat dan saring ramuan setelah dingin.
Masukan ramuan ke dalam botol kecil steril kemudian masukan belerang. Kocok sampai tercampur rata.
Aturan pakai:
Oleskan pada kulit yang terkena kutu air 3 kali sehari.

Admin mempunyai pengalaman yang sangan berkesan dengan resep obat herbal kutu air ini. Ramuan ini mengubah pandangan dari yang semula ragu-ragu dengan obat tradisional menjadi yakin akan keampuhanya dalam mengobati keluhan berbagai penyakit. Berikut adalah kisahnya...

Ibu Nawal sudah lama menderita penyakit kulit , letaknya di sela-sela jari kaki. Rasanya sangat perih, gatal, dan bentuknya pecah-pecah. Jika sedang kumat berjalan pun susah dan tertatih-tatih. Bahkan di punggung jari kakinya terdapat gelembung berisi cairan nanah. Jika pecah, cairan nanah akan menulari kulit yang sehat di sekitarnya sehingga timbul nanah baru.

Ibu Nawal sudah berobat ke dokter, namun kesembuhan total tak kunjung datang. Selama minum obat dari dokter plus kulit diberi salep dan di cuci dengan PK (kalium permanganat), luka kutu air mengering. Namun setelah obat habis, maka penyakitnya kambuh kembali. Kejadian itu berulang sampai 3 kali kunjungan berobat ke dokter.

Ketika melihatnya,  penulis beranggapan, Ibu Nawal ini menderita penyakit kulit sejenis kutu air, maka itulah dibuatkan minyak oles obat tradisional kutu air diatas. Penulis sarankan supaya penyakitnya diolesi dengan minyak 3 kali sehari, dengan disertai pantangan untuk tidak makan ikan, daging kambing, dan kol. Disamping itu hindari  kontak langsung dengan sabun cuci/mandi yang tidak cocock dengan kulit.

Setalah 3 hari diolesi, luka nanahnya terlihat menjadi kering dan keluhan gatalnya berkurang jauh. Tujuh hari kemudian, lukanya benar-benar kering menuju perubahan ganti kulit baru. Dan sekarang Ibu Nawal sudah terbebas dari penyakit kulit ini.

Nah sejak saat mempraktekan  obat tradisional kutu air inilah keyakinan penulis akan keampuhan obat tradisional makin bertambah. Coba bayangkan, disaat diliputi keragu-raguan akan khasiat  tanaman obat tradisional, menemukan fakta bisa mengobati penyakit hanya dengan tanaman obat yang kelihatannya sepele saja dan  tanamannya bisa ditemukan tumbuh disembarang tempat.

Bermula dari pengalaman itu,maka penulis berusaha untuk mencoba mempraktekan pengetahuan obat tradisional guna mengatasi gangguan kesehatan, terutama pada keluarga sendiri, termasuk kepada anak dari sejak lahir dan istri. Dan beberapa pengalam tersebut, penulis bagi melalui blog  rumah obat tradisional  ini.                                                                                                                                                        

Sebagai tambahan, penulis sudah sering membuat ramuan ini, jika tidak ada daun mimba, itu tidak mengapa karena tidak mengurangi khasiat obat. Lagi pula ramuan ini bisa digunakan sebagi obat tradisional gatal-gatal digigit serangga, semut,  biang keringat, borok, koreng dan panu. Penggunaan pada balita, belerang tidak usah dimasukan kedalam ramuan.

Jika anda kesulitan menemukan bahan obat tradisional, bisa berkunjung ke toko herbal keraton di sini.


Obat Tradisional Tifus

Obat tradisional tifes/tifus merupakan informasi yang admin bagi kali ini. Tifus merupakan suatu peradangan pada usus, yang mudah menular. Penyakit tifus bisa disebabkan karena memakan makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi  oleh bakteri Salmonella typhosa dan menyerang usus.

Perawatan yang mesti dilakukan ketika terkena penyakit tifus adalah:
- Jaga kebersihan makanan dan minuman
- Kompres dingin dengan kain yang dicelupkan air es untuk membantu menurunkan panas/demam.
- Berikan makanan yang bergizi dan banyak mengandung cairan, seperti sup, bubur encer, dan sari buah.
- Sebaiknya tempatkan penderita diruangan terpisah untuk menghindari penularan. Disamping itu minum obat herbal penyakit tipus berikut.

Ternyata, pegagan sambiloto dan kunyit berkhasiat sebagai Obat tradisional tifus atau tifes. Maka resepnya merupakan perpaduan dari ketiga herbal tersebut dan ini merupakan pilhan lain bagi orang yang tidak mau/geli untuk makan cacing yang dikenal luas sebagi obat alami penyakit tipus juga.  Lengkapnya bisa di lihat di bawah ini.
Bahan:
Pegagan .................................. 20 lembar
Daun sambiloto ........................ 11 lembar
Kunyit sebesar telur ayam ......... 1 biji
Cara meramu:
Kupas kunyit, cuci dan iris kecil-kecil. Selanjutnya rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan sesudah makan, 3 kali sehari, masing masing 1 gelas.

Resep 2 Obat Tradisional Tipus
Bahan
Daun sambiloto ................... 17 lembar
Daun dadap srep .................. 7 buah
Cara meramu:
Tumbuk kedua bahan hingga halus. Tambahkan 2/3 gelas air dan aduk ramuan sampai tercampur rata.
Aturan pakai
Balurkan/kompreskan ramuan pada bagian perut. Lakukan 2 kali sehari.

Penyakit tipus memerlukan pengobatan intensif dan pantangan makanan yang ketat. Bagi penderita sebaiknya tidak mengkonsumsi makananan yang sulit dicerna. Lebih baik makan bubur encer. Hindari makan makanan pedas, dan berlemak, kopi, serta minuman bersoda. Bagian perut tidak boleh dipijat. Istirahat yang cukup jangan terlalu banyak bekerja, atau bergerak.


Lakukan secara benar dan teratur, niscaya keluhan kesembuhan akan didapat dengan menggunakan obat tradisional tipus alami diatas.
Untuk mendapatkan obat herbal, silahkan klik disini.

Terima kasih kepada,


Obat Tradisional Kudis

Obat tradisional kudis adalah artikel yang akan admin bagi kali ini, jika anda mencari artikel ini dan membutuhkannya, jangan ragu untuk mencoba dan mempraktekannya. Admin belum bisa mempraktekannya karena sampai saat ini tidak menemukan orang yang kena penyakit kudis di lingkungan admin. Informasi ini berasal dari sumber yang sangat bisa dipercaya, yakni ahli obat tradisional R.Broto Sudibyo. Selamat Mencoba...semoga Anda menemukan keajaiban pengobatan herbal , seperti yang  admin rasakan. Hasilnya bisa sharing lagi disini ya.. J

Penyakit kudis biasanya lebih sering meyerang bagian sela-sela jari tangan, paha,  pergelangan tangan, dan pinggang. Ditandai dengan rasa gatal, terutama di malam hari. Jika tidak segera diobati akan menjalar ke seluruh tubuh. Ditempat kulit yang gatal terdapat bintil-bintil kecil yang jika sering digaruk akan berubah menjadi nanah karena adanya infeksi tambahan.

Kudis disebabkan oleh sejenis kutu yang sangat kecil bernama scabies, yang menular sangat cepat melalui media pinjam-meminjam pakaian, handuk, seprei, selimut, dan lain-lain. Kudis ditemui lebih sering menyerang anak-anak dan jika sudah mewabah luas orang tua pun akan tertular.

Obat tradisional kudis yang digunakan  ada dua macam yakni obat luar untuk dioleskan seperti salep dan obat dalam yang harus diminum, berikut adalah pilihan resepnya;

Bahan:
Belerang halus .................................. 1 sendok teh
Batang brotowali diiris tipis ............... 1  ½ sendok makan
Minyak kelapa .................................... 11 sendok makan
Cara meramu:
Panaskan minyak kelapa dengan api kecil. Kemudian masukan batang brotowali, aduk rata. Setelah sekitar 5 menit matikan api. Angkat dan saring ramuan. Lalu masukan belerang dan simpan ke dalam botol kecil, kocok sampai merata.
Aturan pakai:
Oleskan kuat-kuat pada kulit yang gatal. Lakukan 2 kali sehari, yakni pagi dan sore hari.

Bahan:
Daun sambiloto .................................... 1 genggam
Daun sendok ......................................... 11 lembar
Kunyit sebesar telur ayam ...................... 1 biji
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan. Kupas kunyit, dan iris tipis-tipis. Rebus semua bahan dengan air 4 gelas hingga tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dengan dosis sebagai berikut;
- Anak umur 6 – 8 tahun, 3 kali sehari, masing-masing ¼ gelas.
- Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas.
- Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
- Anak balita jangan diberi ramuan ini, cukup diberi obat luar dioleskan saja.

Perhatian:
Sebelum kulit yang sakit diobati, hendaknya penderita mandi bersih dahulu. Bagian yang sakit  digosok terlebih dahulu dengan daun randu atau daun ketepeng kerbau. Itu akan mempercepat penyembuhan, kemudian baru diolesi ramuan obat luar.
  1. Hendaknya penderita menjauhi  untuk makan ikan asin atau makanan yang amis.
  2. Perbanyak makan buah yang segar
  3. Jemur kasur dibawah terik matahari
  4. Jika mencuci pakaian, pisahkan pakaian penderita dengan orang yang belum terkena kudis. Ini hanya sementara aja ya..kalau sudah sembuh kan bisa digabung lagi J

Demikian artikel Obat Herbal Penyakit kudis yang “rumah obattradisional” bisa bagi kali ini,semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan. Disamping itu resep di atas juga bisa digunakan sebagai obat tradisional penakit kurap.
Jika Anda mencari  bahan  obat tradisional di atas,  silahkan berkunjung ke herbal keraton klikdisini.



Obat Tradisional Kutu Air

Obat tradisional kutu air (penyakit kulit) kali ini menjadi bahan tulisan pada postingan kali ini, yuk kita terusin saja bahasannya...

Kutu air merupakan infeksi jamur yang biasanya terjadi di sela-sela jari kaki, timbul lepuhan-lepuhan kecil, retak-retak, serta kemerahan. Kutu air dapat merambat sampai ke telapak kaki dan telapak tangan. Rasanya sangat gatal dan perih. Umumnya kutu air menghinggapi orang yang sering beraktivitas di daerah basah dan kakinya sering  terendam air.


Ada kalanya penyakit kutu air sulit diobati karena jika salah  makan dapat kambuh kembali. Untuk mempercepat penyembuhan maka penderita berpantang  menghindari makan ikan asin atau sejenisnya, daging kambing, dan sayur kol. Pemakain sabun cuci dan sabun mandi yang tidak cocok dapat menjadi penyebab kambuhnya penyakit ini,.

Obat tradisional penyakit kutu air menggunakan bahan sebagai berikut;

Bahan:
Daun sambiloto .......................... 25 lembar
Kulit pohon pule sebesar ............ 1 jari tangan
Kunyit sebesar ............................. 1 jari
Cara meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis kunyit. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air hngga tersisa sekita 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Daun ketepeng cina ........................... 11 lembar
Batang brotowali sepanjang .............. 3 jari tangan
Kunyit sebesar telur ayam.................. 1 biji
Minyak kelapa .................................... ½  gelas
Belerang halus ..................................... 1 sendok teh

Cara meramu:
Cuci semua bahan kecuali minyak kelapa dan belerang. Rajang halus daun ketepeng cina, iris tipis batang brotowali dan parut kunyit.
Panaskan minyak kelapa, masukan semua bahan kecuali belerang. Aduk sebentar dengan api terkecil yang penting tetap mendidih. Setelah  5 menit menit, matikan api dan masukan belerang halus,  kemudian aduk rata. Setelah dingin saring ramuan, masukan ke dalam botol/toples kecil  supaya mudah digunakan.
Aturan Pakai:
Gunakan minyak ramuan seperti salep,  oleskan pada kutu air 3 – 4 kali sehari, yang penting kulit yang terena kutu  air dalam keadaan bersih.

Obat  kutu air ini merupakan ramuan yang sering penulis  praktekan. Kandungan zat aktifnya manjur untuk mengobati banyak penyakit kulit, seperti kudis, koreng, biang keringat, cantengan, luka yang menjadi borok, gatal-gatal, digigit serangga/nyamuk. Admin berkeyakinan ramuan ini juga manjur untuk mengobati panu karena ada belerang yang dikenal  luas berkhasiat mengobati penyakit kulit dan sebagai zat tambahan dalam pembuatan salep penyakit kulit.

Karena ditempat tinggal penulis susah mencari daun ketepeng, maka bahan herbal tersebut diganti dengan daun brotowali. Resep lengkapnya akan penulis bagi pada postingan berikutnya. Sering-sering berkunjung ke blog rumah obat tradisional ya, InsyaAllah akan ada up date artikel lainnya J

Toko herbal keraton menyediakan aneka obat tradisional baik berupa simplisia, tepung maupun kapsul, jika Anda memerlukan obat herbal alami silhakan berkunjung dengan klik di sini.




Obat Tradisional Mioma

Obat tradisional mioma adalah artikel yang akan ditulis pada postingan kali ini. Admin rumah obat tradisional berpendapat artikel ini perlu juga diketahui oleh pembaca yang mencari referensi  pengobatan mioma di rahim dengan menggunakan tanaman obat.

Mioma merupakan tumor jaringan otot halus yang tumbuh di rahim. Biasanya merupakan petumbuhan jaringan yang tidak ganas (jinak) dengan ukuran dan jumlah bervariasi. Dari kelompok berukuran kecil sampai terbentuk massa yang sangat besar menonjol. Umumnya mioma terjadi pada wanita usia reproduksi. Mioma cenderung mengecil setelah menopause. Terjadiinya mioma di rahim dapat menyebabkan aborsi spontan yang berulang-ulang dan mengganggu kemampuan untuk hamil.

Mioma tidak selalu menunjukan gejala. Mioma yang terpelintir dapat menimbulkan rasa sakit kadang disertai sesak napas, tenggorokan seperti tercekik, mual, tidak napsu makan. Ukuran yang besar dapat menimbulkan kejang, nyeri, perasaan penuh pada bagian bawah perut, bertambahnya volume darah yang keluar saat menstruasi, dan sering buang air kecil karena mioma menekan kandung kemih.

 Penderita sebaiknya berpantang untuk tidak makan ikan, baik ikan air tawar atau ikan laut, hindari makan kol, dan nangka. Selain itu jangan bekerja/beraktivitas berat, harus jaga kondisi emosianal  dan hindari stres.

Obat tradisional penyakit moima dapat memilih resep sebagai berikut, pilih sesuai dengan ketersediaan bahan.

Bahan:
Benalu jeruk nipis ................. 1 genggam
Daun sambiloto ..................... 11 lembar
Kunyit sebesar telur ayam ...... 1 biji
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan.Kupas dan iris tipis kunyit, kemudian rebus semua bahan dengan 5 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring jika mau diminum.
Aturan pakai:
Minum ramuan sesudah makan  3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Temu putih sebesar telur itik .............. 1 biji
Temu mangga sebesar telur itik........... 1 biji
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan, lalu kupas dan iris tipis. Kemudian rebus semua bahan dengan 4 gelas air hingga tersisa sekitar 2 gelas. Angkat dan saring jika mau diminum.
Aturan pakai:
Minum ramuan sesudah makan  3 kali sehari, masing-masing 2/3  gelas

Bahan:
Benalu teh kering .......................... 30 gr
Daun hia (baru cina) kering ............ 30 gr
Kunyit putih segar ........................... 30 gr
Temu mangga segar ......................... 50 gr
Cara meramu:
Cuci bersih bahan, lalu kupas dan iris tipis kunyit putih dan temu mangga.  Kemudian rebus semua bahan dengan 5 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring jika mau diminum.
Aturan pakai:
Minum ramuan sesudah makan  3 kali sehari, masing-masing ½   gelas

Obat tradisional penyakit mioma rahim itulah yang admin bisa shairng kali ini, semoga memberi manfaat bagi banyak orang. Dan jika ada  yang memerlukan bahan obat tradisional, obat herbal alami dapat berkunjung ke herbal keraton dengan klik di sini.


Terimakasih kepada:


Obat Tradisional Kista

Obat tradisional kista, itulah artkel yang akan admin bagi informasinya pada kesempatan kali ini.
Kista merupakan tumor jinak berupa kantong abnormal berisi cairan atau setengah cairan yang tumbuh pada indung telur. Kista biasanya tidak bersifat kanker. Walaupun ukurannya kecil, diperlukan perhatian lebih lanjut untuk memastikan kista tersebut bukan kanker.

Kista secara umum disebabkan oleh gangguan pembentukan hormon pada hipotalamus, hipofise dan indung telur itu sendiri. Pada kebanyakan kasus , kista berukuran kecil tidak menunjukan gejala atau rasa sakit, kecuali pecah atau terpintir. Jika sudah berukuran besar, kista  dapat menimbulkan rasa sakit pada panggul, sakit saat menstruasi atau pasca menstruasi, sakit saat berhubungan seksual atau pendarahan rahim yang abnormal. 

Penderita harus berpantang untuk tidak makan ikan baik ikan air tawar atau ikan air laut, udang, kepiting, ikan asin. Jangan makan sayur kubis, nangka, makanan pedas, makanan berlemak. Juga hindari minum teh dan kopi yang terlalu kental, dan minum minuman beralkohol juga harus dihindari.
Pikiran harus tenang, emosi harus terkontrol, tidak boleh stres, sedih dan hindari marah-marah. Perut tidak boleh dipijat dan hindari bekerja berat.

Obat tradisional kista yang dapat digunakan bisa memilih resep sebagai berkut;

Bahan:
Daun dan batang benalu teh/benalu jeruk ......  1 genggam
Daun sambiloto segar .................................... 11 lembar
Jadam arab sebesar kelereng kecil ................. 1 biji
Temu putih sebesar .........................................3 jari tangan.
Cara meramu:
Temu putih dikupas dan diiris tipis. Rebus bersama  bahan lainnya dengan 5 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas air. Angkat dan saring sebelum diminum.
Aturan pakai:
Minum ramuan setelah makan 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Bahan:
Daun dewa segar .................. 30 gr
Temu putih segar ...................30 gr
Sambiloto kering ....................11 gr
Cara meramu:
Cuci bersih daun dewa dan temu putih, kemudian potong tipis-tipis. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar separuhnya. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dengan dosis 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Buah mahkota dewa kering ......... 5 gr
Rumput mutiara .......................... 30 gr
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa separuhnya. Angkat dan saring sebelum diminum.
Aturan pakai:
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Pilih salah satu resep di atas dan lakukan secara teratur.
Admin sendiri  pernah memberikan  resep no 1 pada seorang wanita yang didiagnosa kena kista dan kistanya ternyata bisa hilang.

“Wily sudah lebih dari empat tahun sejak mengalami keguguran pada kehamilan yang pertama belum dikaruniai anak juga. Ketika kami bertukar pikiran , maka saya anjurkan untuk konsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksinya.
Berasarkan pemeriksaan dokter dan didukung oleh pemeriksaan USG ternyata terdapat kista dirahimnya. Hal itulah yang menyebabkan terhalangnya Wily tidakbisa  hamil.

Setelah yakin memang terdapat kista pada rahimnya, maka admin memberikan ramuan obat tradisional kista resep no 1. Setelah 4 minggu mengkonsumsi ramuan, Wily  kembali periksa ke dokter. Daan ajaib kistanya sudah tak tedeteksi oleh USG. Dokternya sendiri sampai heran kok kistanya bisa hilang katanya secepat itu” .

Tentunya ceritanya  tidak sesederhana itu, dengan menjalankan semua pantangan disertai  Doa semua pihak, dan kemauan serta keyakinan plus  motivasi yang kuat untuk sembuh , Alhamdulillah kistanya bisa hilang. Dan Wily  sendiri sekarang sudah dikarunia seorang  anak perempuan.

Demikian informasi yang ‘rumah obat tradisional’ bisa bagi kali ini, semoga memberi manfaat.


Obat Tradisional Bisul

Pada kesempatan kali ini rumah obat tradisional akan berbagi tentang obat tradisioanl bisul. Walau admin perpendapat penyakit bisul  bukan merupakan masalah besar lagi di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk selalu  menjaga kebersihan diri . Siapa tahu ada pembaca yang memerlukan resep ini.

Bisul merupakan infeksi kulit berupa benjolan berwarna kemerahan, kemudian membesar  dan berisi nanah dengan kepala berwarana putih kekuningan di tengahnya. Bisul  bisa menimbulkan rasa nyeri yang kuat serta kulit di sekitarnya menjadi merah dan terasa panas. Infeksi ini dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening sehingga penderita sering merasa  badanya panas.


Jika bisul sudah muncul maka jangan memencetnya karena dapat menyebarkan kuman ke sekitarnya dan jika sudah pecah, bersihkan dengan cairan antiseptik dan jika perlu di balut.
Ada perlakuan khusus  yang bisa dilakukan untuk menghambat supaya bisul tidak jadi berkembang (tidak jadi menjadi bisul), yaitu ketika pada kulit  bakal bisul masih terasa panas atau gatal dengan memberikan ramuan sebagai berikut;

1.  Bawang putih sebanyak 2 siung diparut atau digiling halus, lalu ditambah air sebanyak 1 sendok teh. Tempelkan ramuan pada kulit bakal bisul yang terasa panas atau gatal.    
2. Bahan :
Daun ki urat ..............5 lembar
Kunyit  ...................... ½ jari tangan
Kapur sirih ................ ½ sendok teh
Air ............................. sedikit saja
Cara meramu :
Tumbuk halus daun ki urat dan kunyit sampai halus, kemudian tambahkan kapur sirih dan air sedikit. Aduk rata ramuan sampai kekentalan ramuan terbentuk seprti salep.
Cara pemakaian:
Tempelkan ramuan pada kulit yang terasa panas dan gatal.

Sedangkan untuk bisul yang sudah tumbuh dan terjadi pembengkakan maka menggunakan ramuan sebagai berikut.

Bahan :
Temulawak sebesar telur itik ....... 1 biji
Meniran ................... .................. 4 batang
Daun ki urat ................................. 10 lembar
Kunyit sebesar.............................. 2 jari tangan
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan, kemudian kupas dan iris tipis kunyit dan temulawak. Lalu rebus semua bahan dengan  4 gelas air hingga tersisasekitar 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dengan dosis sebagai berikut;
Anak umur 1 -3 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 2 sendok makan.
Anak umur 4 -6 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 3 sendok makan
Anak umur 7 -12  tahun, 3 kali sehari, masing-masing 5 sendok makan
Dewasa 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
Untuk anak  umur dibawah 1 tahun diberi obat luar saja.

Bahan:
Daun kembang pukul empat ..... 15 lembar
Daun ki urat .............................. 10 lembar
Kunyit sebesar .......................... 1 jari tangan
Asam tua ................................... 2 biji
Cara meramu:
Giling haluskan semua bahan sampai lembut. Tambahkan sedikit air dan aduk sampai merata dan terbentuk seperti bubur yang kental.
Aturan pakai:
Tempelkan ramuan pada kulit yang bisulan.

Bahan:
Daun ubi jalar ......................... 10 lembar
Daun kecipir ............................ 5 lembar
Bawang merah ........................ 2 siung
Kunyit  sebesar ........................ 1 jari tangan
Cara meramu:
Semua bahan digiling halus sampai terasa lembut. Tambahkan sdikit air untuk membentuk ramuan seperti bubur kental, aduk sampai rata.
Aturan pakai:
Tempelkan ramuan pada kulit yang bisulan.

Pilih salah satu resep di atas dan lakukan secara teratur, niscaya penyakit bisul akan cepat sembuh.

Jika Anda memerlukan obat tradisional, obat herbal alami yang berupa bahan tepung, simplisia atau sudah dalam kemasan praktis siap pakai, silahkan berkunjung  herbalkeraton di sini.




Obat Tradisional Gondok

Pada kesempatan ini rumah obat tradisioanl akan berbagi informasi tentang obat tradisional gondok.
Gondok merupakan  sejenis penyakit  kelenjar tiroid. Ada kalanya penyakit ini tumbuh mendesak ke dalam. Jika itu terjadi akan menyebabakan sakit pada bagian tenggorokan. Awalnya,  gejalanya mirip eperti amandel.

Penderita akan sulit menelan, suara agak parau dan Jika sudah agak  parah badan menjadi meriang.
Untuk menyembuhkan penyakit ini, memerlukan pengobatan dan perawatan intensif. Klau tidak akan mempengaruhi organ lain. selain minum ramuan, penderita harus mengontrol kondisi emosional. Penderita harus menghindari  makan makanan ikan, masakan pedas, gorengan, dan minuman dingin.


Bahan:
Daun simbar menjangan agak muda .......... 5 jari tangan
Kunyit sebesar telur ayam .......................... 1 biji
Cara meramu:
Cuci bahan semua bahan, kunyit  diirirs tipis dan tumbuk samapai lembut dengan daun simbar menjangan.
Aturan pakai:
Balurkan ramuan pada gondok, jika perlu pakai perban supaya ramuan bisa menempel merekat  pada gondok. Lakukan secara teratur 2 kali sehari.

Bahan:
Daun sambiloto .............................................. 17 lembar
Kayu bidara laut diserut ................................. 1 sendok makan
Jadam arab sebesar kelereng kecil ................. 1 biji
Cara meramu:
Cucic bersih semua bahan, kemudian rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar separuhnya. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan 1 kali sehari  sebanyak ½ gelas. Ramuan diminum pada malam hari menjelang tidur.

Bahan:
Benalu teh/jeruk ...................... ½ genggam
Temu putih sebesar .................. 3 jari tangan
Daun sambiloto ........................ 11 lembar
Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan, kupas dan iris tipis temu putih. Kemudian rebus semua bahan dengan 5 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Demikian postingan mengenai obat tradisional gondok, semoga memberikan manfaat bagi yang membutuhkan dan semoga kesembuhan cepat di dapat bagi Anda yang mau menggunakan resep ini.

Jika Anda kesulitan mendapatkan bahan obat tradisional, obat herbal alami silahkan berkunjung ke herbal keraton di sini.



Obat Tradisional Malaria Kronis

Berikut ini adalah artikel yang “rumah obat tradisionalambil dari majalah TRUBUS no 387/Februari/2002 pada rubrik konsultasi Obat Tradisional” yang di asuh Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) , Rumah sakit Bethesda, Yogyakarta asuhan R.BrotoSudibyo.

Admin merasa perlu untuk tidak mengedit isi artikel ini membiarkan apa adanya supaya pembaca mendapat gambaran utuh artikel ini langsung dari sumbernya ahli obat tradisional Eyang Broto Sudibyo. Yuk kita baca saja  artikel konsultasi obat tradisional malaria kronis ini.


“Saya bekerja di Kalimantan Timur pada tahun 1994, saya pernah beberapa kali terkena malaria. Pertama pada 1996, sempat diopname. Terakhir pada Mei 2001. Di puskesmas saya di suntik cairan “kina”, lalu diinfus karena suhu badan meningkat hingga 40°C.

Gejala yang saya rasakan biasanya panas dingin menggigil, mual, muntah, kepala pening, dan persendian nyeri. Menurut dokter, malaria yang saya alami sudah kronis.

Demikian keluhan saya. Mohon bantuan untuk memberikan resep obat tradisional malaria. Terima kasih. 

Saryadi , Samarinda, Kaltim


Jawaban R.Broto Sudibyo
Di Kalimantan penyakit  malaria memang dominan. Para pendatang sangat rentan terhadap penyakit ini bila tidak meminum obat antimalaria terlebih dahulu (tindakan prohilaksis). Dari informasi Anda, saya menduga Anda sudah mengalami resistensi obat malaria seperti chloroquine atau kinine. Sebab biasanya penderita langsung menghentikan pengobatan setelah merasa sembuh. Padahal pengobatan plasmodium malaria sebenarnya harus tuntas satu paket. Misalnya dengan kinine, diminum pagi 2 tablet, siang 1 tablet, dan sore 1 tablet selama 1 minggu. Setelah sembuh, diharusakan minum lagi seminggu 1x2 tablet selama 1 bulan.
Untuk obat tradisioanal malaria, Anda dapat mecoba resep berikut untuk mematikan plasmodium. Bahan-bahannya dapat ditemukan di tempat Anda, misalnya di daerah Air Putih dan Sempaja. Banyak juga terdapat di daerah Loa Kulu hingga Tenggarong.

Bahan:
Batang brotowali .............. 3 jari tangan
Temu hitam .............. 3 jari tangan
Lengkuas merah ............... 1 jari tangan
Meniran ........................... 3 batang
Cara Meramu:
Cucui semua bahan, Iris tipis temulawak, dan potong kecil lengkuas, brotowali,  meniran. Kemudian rtebusa semua bahan engan 5 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan sesudah makan 3 kali sehari, masing-masing ½  gelas.

Bahan:
Kulit pohon pule .............. 3 jari tangan
Temulawak sebesar telur itik............. 1 biji
Bidara laut .....................................   1 sendok makan
Daun sambiloto ................. 11 lembar
Cara Meramu:
Cucui semua bahan, Iris tipis temulawak, dan potong kecil lengkuas, brotowali,  meniran. Kemudian rtebusa semua bahan dengan 5 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan sesudah makan 3 kali sehari, masing-masing  ½ gelas.

Demikan artikel yang rumah obat tradisional" bisa sharing pada kesempatan ini. Jadi jangan ragu untuk menggunakan reesep ramuan ini karena artikelnya bersumber dari ahli obat tradisional R.Broto Sudibyo.

Bagi Anda yang membutuhkan obat tradisioanal berupa atau kapsul tepung atau simplisia bisa berkunjung ke herbal keraton di sini.



Obat Herbal Perut Kembung


Pada postingan kali ini rumah obat tradisional akan berbagi tentang obat herbal unutk mengatasi perut kembung.

Perut kembung merupakan ganguan pencernaan yang disebabkan oleh gas yang berkumpul di lambung atau usus sehingga perut terasa “begah” dan tidak nyaman . Gangguan ini dapat merupakan tanda atau gejala penyakit lain.


Perut kembung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti radang lambung, sumbatan usus, proses pencernaan yang kurang sempurna, masuk angin, dan makan tergesa-gesa atau sambil bicara. Perut kembung dapat ditandai dengan gejala antara lain perut terasa penuh, ‘begah’, atau kencang. Kadang-kadang diikuti dengan mual, muntah-muntah, atau bersendawa.

Pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan yakni,
1.  Hindari untuk makan makanan yang banyak mengandung gas, seperti kol, buncis, nangka, minuman bersoda, atau permen karet.
2. Makan lebih perlahan serta minum minuman yang hangat.
3.  Setelah makan jangan langsung duduk. Cobalah berjalan sebentar agar gas tidak mengumpul di lambung dan usus.

Obat herbal yang dipakai unutk mengatasi perut kembung , antara lain sebagai berikut;

Resep 1 Obat Herbal  Untuk Perut Kembung
Bahan:
Kencur ............ 250 gr
Cengkih .......... 10 butir
Kapulaga ........ 7 butir
Sereh .............. 2 batang
Cara meramu:  
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis kencur. Kemudian rebus semua bahan dengan 4 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Resep 2 Obat Herbal Untuk Perut  Kembung
Bahan:
Temulawak ....................... 25 gr
Jahe .................................. 15 gr jahe
Kulit jeruk mandarin .......... 7 gr  kering
Gula aren secukupnya
Cara Meramu:
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis temulawak dan jahe. Kemudian rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Bahan:
Kunyit  ....................20 gr
Jahe ......................... 10
Adas ......................... 1 sdt
Daun mint ................ 5 lembar
Cara Meramu:
Aturan Pakai:
Cuci semua bahan, iris tipis-tipis kunyit dan jahe. Kemudian rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan dalam keadaan hangat 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Pilih salah satu resep berdasarkan ketersediaan bahan dan lakukan secara teratur.

Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat bagi semuanya, dan bagi anda yang memrlukan bahan obat tradisional, obat herbal dapat berkunjung ke toko herbal keraton disini.


Tulisan diambil dari buku Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit Karya Prof.Hembing Wijaya Kusuma.


Obat Tradisional Malaria

Obat tradisional malaria merupakan artikel yang akan diposting pada kesempatan kali  ini. Semoga informasi  ini berguna bagi Anda yang mencari resep penyembuhan malaria  dengan menggunakan ramuan alami.

Malaria merupakan salah satu penyakit parasit menular dan mewabah yang banyak diderita masyarakat di wilayah tropis tropis dan sub tropis, terutama di daerah rawa. Dalam kondisi parah, penyakit ini dapat menelan korban jiwa.

Sakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles , yaitu setelah menggigit orang yang sudah terserang sakit malaria kemudian menghisap/mengigit orang yang masih sehat.


Gejala dan tanda-tanda penderita malaria sangat khas, yaitu;
1.       serangan yang mendadak dingin (menggigil)
2.       Panas badan semakin naik
3.       Kepala terasa pening sekali terutama saat badan terasa panas
4.       Kadang kala disertai muntah-muntah
5.       Denyut nadi cepat
6.       Badan terasa pegal
7.       Banyak keluar keringat

Biasanya setelah keluar banyak keringat, panas menjadi turun. Penderita biasanya sangat pucat dan lemah karena parasit menyerang butir-butir darah merah. Limpa terasa agak besar, malah bagi orang yang sakitnya sudah lama (kronis) limpanya benar-benar besar.

Penderita sebaiknya berpantang untuk tidak dimandikan dulu, cukup dilap dengan air hangat, dan jangan sampai kehujanan. Jangan makan makanan yang pedas atau berbumbu yang merangsang, serta jangan minum minuman yang beralkohol. Makan makanan yang lunak dan jangan memijat bagian perut.

Obat tradisional malaria yang digunakan bisa menggunakan resep sebagai berikut:

Bahan:
Sambiloto ..................................... ½ genggam
Kulit batang pule ........................... 1 jari tangan
Temu hitam sebesar telur ayam ...... 1 biji
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil temu hitam dan kulit batang pule. Rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan setelah makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut.
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Bahan:
Batang brotowali ...................... 2 jari tangan
Temulawak sebesar telur itik ..... 1 biji
Kulit batang pule ....................... 2 jari tangan
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil .Kemudian  rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas.Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
 Minum ramuan setelah makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut.
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Bahan:
Daun pepaya agak muda ..... 1 lembar
Meniran ............................... 3 batang
Temu hitam .......................... 1 biji
Lengkuas merah ................... 1 jari tangan
Cara meramu:
Cuci semua bahan, potong kecil-kecil daun pepaya serta meniran juga iris tipis temu hitam, lengkuas merah. Kemudian rebus semua bahan dengan 4 gelas air hingga tersisa sekitar 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan Pakai:
Minum ramuan setelah makan selama 2 minggu berturut-turut dengan dosis sebagai berikut.
Anak umr 6 – 8 tahun, 3 kali, sehari masing-masing  ¼ gelas
Anak umur 9 – 12 tahun, 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas
Dewasa, 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas 

Demikian postingan yang “rumah obat tradisional” bisa bagi kali ini semoga memberi manfaat bagi yang membutuhkan.
Untuk malaria kronis bisa baca di postingan Obat Tradisional Malaria Kronis di sini.
Dan bagi Anda yang mencari obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung ke sini.


Terima kasih untuk :
-          R. Broto Sudibyo Bsc, Ramuan Tradisional ala Eyang Broto
-          Prof.H.M. Hembing Wijaya Kusumah, Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit


Obat Tradisioanal Sariawan

Obat tradisional sariawan  yang akan dibagi pada postingan kali ini menggunakan herbal yang banyak ditemui di temui di pekarangan rumah, bahkan mudah dicari di pasar tradisional.
Sariawan pada mulut merupakan luka pada jaringan lunak di dalam mulut. Dapat terjadi pada lidah, langit-langit, tonsil, gusi, pipi bagian dalam, atau pada bibir. Biasanya berupa tukak kecil berbintik-bintik putih dengan tepi berwarna merah. Walaupun termasuk penyakit ringan dan mudah sembuh tetapi sariawan mempunyai kecendrungan berulang.

Sariawan mulut dapat disebabkan kekurangan zat gizi besi, vitamin B12, atau vitamin C. Dapat juga timbul karena lidah tergigit, alergi makanan tertentu, dan gangguan hormonal seperti ketika stres dan haid. Juga bisa terjadi karena perut kurang bersih karena sembelit (susah buang air besar).


Pencegahan dan perwatan yang dilakukan antara lain :
1.       Menjaga kebersihan mulut, cukup istirahat, dan menghindari stres.
2.       Konsumsi makanan yang lembut, sepeti bubur, buah dan sayuran segar, terutama yang banyakmengandung vitamin C.
3.       Hindari makanan yang pedas, panas, asin, keras, dan alkohol.

Obat tradisional  sariawan bisa mengunakan daun saga, daun sirih, asam jawa dan kunyit. Resep lengkapnya bisa dilihat dibawah ini, pilih sesuai dengan bahan yang mudah didapat.

Bahan :
Daun saga ......................... 1 sendok makan
Daun sirih setengah tua ..... 3 lembar
Kunyit ................................ sebesar telur ayam
Gula batu .......................... sebesar telur itik
Cara meramu:
Kunyit dikupas, dicuci dan diiris tipis. Setelah daun sirih, daun saga dicuci, masukan semuanya ke dalam 4 gelas air, dan rebus sampai tersisa sekitar 2 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai:
Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas. Sisa jamu bisa dipanaskan agar tidak basi.

Bahan :
Daun saga segar  .......... 20 gr
Kunyit ........................... 20 gr
Asam jawa tanpa biji ..... 20 gr
Gula aren ...................... secukupnya
Cara meramu :
Cici bersih semua bahan, iris tipis-tipis kunyit. Rebus semua bahan dengan 400 ccair hingga tersisa sekitar 200 cc. Angkat dan saring.
Aturan pakai :
Setelah dingin minum ramuan 2-3 kali sehari.

Pilih salah satu resep diatas dan lakukan secara teratur.
Demikian informasi yang rumah obat tradisional bisa bagi kali ini, semoga bermanfaat. Dan bagi Anda yang mencari bahan obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung ke toko herbal keraton  di sini.


Terimakasih kepada :
 1. TRUBUS383/0KT 2001/Rubrik obat tradisional asuhan R.Broto Sudibyo
2. Ramuan Lengkap Herbal Taklukan Penyakit Karya Prof.H.M.Hembing Wijaya Kusuma


Broto Sudibyo, Sang Pengobat Tradisional Tiga Jaman

Dikalangan pengobat tradisional tanah air namanya sudah tak asing lagi. Harap maklum beliau seringkali memberikan pelatihan tanaman obat dari ujung Sumatra hingga Papua. Lembaga tempat Ia bekerja sejak 1978, RS Bethesda , memang mempunyai program pelayanan  kesehatan dengan membentuk kader kesehatan desa. Salah satu wujudnya , ya pelatihan tanaman obat.

Tak berlebihan jika Ia ditunjuk sebagai  kepala Bidang Pelayanan  ketika pemerintah membentuk Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T), kebetulan SP3T  Provinsi Yogyakarta dipusatkan di RS Bethesda. Sebelumnya, “Selama 5 tahun saya diminta menyebarluaskan pengobatan tradisional sebagai bentuk program rumah sakit tanpa dinding dan pelayanan kesehatan pedesaan,” tutur penghobi mancing laut ini.


Itulah R.Broto Sudibyo Bsc , yang sejak umur 10 tahun belajar tanaman obat, baru kemudian mengenyam pendidikan kesehatan ala barat. R.Broto Sudibyo di lahirkan di Yogyakarta pada tanggal 31 agustus 1920.Beliau menyelesaikan pendidikan dasar di H.I.SYogyakarta pada tahun 1934. Kemudian melanjutkan di Verpleger School (Sekolah Perawat) di Central by Zieken Zorg (Simpang Surabaya) dan lulus tahun 1939.

Pada tahun 1941 beliau magang kerja di pabrik farmasi J Van Gorkom, selanjutnya beliau melanjutkan studi kembali di Izi HookooKai tentang obat tradisional dan lulus pada tahun 1944.Lalu pada tahun 1955 beliau mendapatkan gelar sarjana muda di Sekolah Tinggi Ilmu Perawat.

Pengetahuan tanaman obat yang luas dan kemampuan meracik obat tradisional diperoleh di luar bangku sekoah. Yang pertama kali memperkenalkan tanaman obat kepada Broto kecil adalah sang kakek. Mungkin bagai air cucuran atap yang akhirnya jatuh ke pelimbahan juga, Rio Mangkuhusodo, begitu nama sang kakek, dikenal sebagai ahli pengobat tradisional di Keraton Yogyakarta.

Kenangan yang selalu terpatri di benak Broto adalah , “Kalau pergi ke makam raja-raja di Imogiri, eyang mengajak saya mengitari makam itu. Di sekelilingnya waktu itu memang banyak tanaman obat. ’Ini lo yang namanya sambiloto, itu lo kejibeling’,” kata ayah 11 anak itu meniru ucapan sang kakek. Selain itu RioMangkuhusodo juga mengajarkan cara meramu obat tradisional.

Pengetahuan itu lebih terasa manfaatnya ketika ia di tempatkan di rumah sakit di Samarinda selesai menamatkan sekolah perawat Verpleger school  di Surabaya pada tahun 1940. Ketika itu obat-obatan sulit diperoleh. Sementara beragam penyakit mewabah seperti  malaria, disentri, dan kaki gajah. “Kalimantan kan banyak menyimpan tanaman obat dan saya gunakan untuk mengatasi kelangkaan obat modern,” ujarnya. Pemimpin rumah sakit waktu itu dr Avecelamand malah memberikan simpati terhadap langkah broto.

Rasa simpati itu antara lain diwujudkan dengan memberikan berbagai buku tanaman obat. Buku-buku itulah yang dibaca dan dipelajarinya. Dokter asal Belanda itu terus mengasah wawasan Broto dengan memberikan ” ujian lisan”. “Setiap setengah bulan saya dievaluasi. Betul nggak menyebut nama latin, kandungan, manfaat, dan ciri-ciri tanaman,” kata kakek 18 cucu itu. Bahkan pada 1941 dokter itu membawa Broto ke Belanda untuk memperdalam tanaman obat. Selama 3 bulan di negeri kincir angin itu, ia banyak berdiskusi dengan pakar botani tanaman obat.

Broto seolah ditakdirkan untuk mempelajri obat tradisional. Pada jaman penjajahan  Jepang,  pemimpin RS Samarinda dr Hirano menawarkan kepada pehobi  jalan kaki itu untuk belajar pengobatan tradisonal di singapura. Hirano mempunyai rekan dokter yang juga sinshe di negeri jiran itu. Selama Sebulan Broto yang kala itu hampir berusia 24 tahun memperdalam tanaman obat. “Ketertarikan saya terhadap obat tradisional semakin berkembang,” tuturnya.

Wawasan soal tanaman obat terus terasah setelah ia menikahi Helena. Sebab, kakek istrinya itu ternyata seorang sinshe. Broto tak menyia-nyiakan kedekatannya dengan kakek barunya. Ia terus menimba pengetahuan. Pada  1950-an Broto yantg mantan tentara itu pindah ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Melihat sepak terjang Broto dipengobatan tradisional, dr Leimena-menteri kesehatan waktu itu-kepincut. Ia meminta Broto bergabung dengan Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan.
Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Perawat itu kembali bertugas di Samarinda hingga pensiun pada 1976. Pensiun bukan berarti berdiam diri. Ia masih aktif mengajar akupuntur dan tanaman obat di RS Bethesda, RS Elizabeth, serta Lembaga Meditasi dan Ilmu Prana. Disamping itu beberapa tahun  beliau aktif mengasuh rubrik Obat Tradisional di Majalah TRUBUS.

Masyarakat yang berharap sembuh dari sakit juga terus dilayaninya dengan memberikan resep-resep tanaman obat. Namun Broto Sudibyo tak lupa berenang di pantai untuk mempertahankan kesegaran tubuh. “Ini anugrah Tuhan,” tuturnya lebih lanjut.

Admin rumah obat tradisioanl memiliki kesan yang mendalam terhadap Eyang Broto. Resep obat tradisional  yang ditulis beliau mudah dimengerti dan dipraktekan dan hasilnya memang luar biasa. Pengalaman selama menggunakan obat tradisional baik untuk diri sendiri maupun untuk seluruh anggota keluarga dengan menggunakan resep dari Eyang  Broto mendatangkan hasil kesembuhan yang menambah keyakinan akan keampuhan pengobatan tradisional.

Resep obat tradisional Eyang Broto, admin peroleh dari koleksi majalah trubus di rubrik pengobatan tradisioanal yang di asuh oleh Eyang Broto Sudibyo  antara tahun 2000-2002.
Selain itu Eyang Broto Sudibyo meninggalkan karya buku yang beliau tulis sendiri, antara lain:
-          -  Buku Pedoman Pengobatan Tradisional Terpadu
-          -  Ramuan Obat Tradisional (Jlid 1 dan 2)
-          -  Pemanfaatan Pekarangan Dengan Tanaman Obat dan Gizi
-         -   Ilmu Penyakit dan Pengobatannya dengan Jamu
-          -  Buku Pedoman Kader Kesehatan Desa
-         -   Pembudidayaan Tanaman Empon-emponan
-         -   Ramuan Tradisional Ala Eyang Broto, terbitan Penebar Swadaya 

Demikian sekelumit perjalanan hidup sang ahli pengobatan tradisioanal Broto Sudibyo yang mengalami  hidup di penjajahan belanda, jepang dan di masa setelah Indonesia merdeka, sehingga admin berpendapat beliau hidup di 3 jaman yang berbeda, Jika penulisan judul kurang pas mohon dimaafkan.

Dan jika Anda memerlukan obat tradisional, obat herbal alami bisa berkunjung ke Toko Herbal Keraton di sini.

Terimakasih kepada: TRUBUS 382/sept 2001



Khasiat Tanaman Obat Sembukan


Manfaat Sembukan (Paederia scandens) sebagai  obat tradisional untuk perut kembung sudah jelas. Namun, khasiat sebagi penawar racun (detoksifikasi) belum banyak yang tahu. Herba ini melindungi hati dari zat beracun seperti fosfor organik yang terdapat pada produk pertanian. Ia juga meningkatkan sel darah putih yang berkurang(Leukopenia) akibat terapi radiasi.

Tanaman Obat Sembukan mudah didapat. Ia biasa tunbuh liar di lapangan terbuka, semak belukar, atau di tebing sungai mulai ketinggian 1 – 2.100 m dpl. Herba merambat ini kerap ditanam di pagar rumah. Karena daunnya berbau busuk bila dirtemas, orang sumatra menyebutnya daun kentut, dinamakan kahitutan oleh orang sunda, atau kasembukan oleh orang jawa. Nama daerah lainnya adalah bintaos (madura), gumi siki (ternate,  ji shi teng (china),  dan di perdagangkan dengan nama chinese fevervine  herb.


Tanaman ini merupakan herba tahunan berbatang memanjat, panjang 3 – 5 meter, daun pangkal berkayu, daun tunggal, bertangkai  1-5 cm dan tersusun berhadapan. Bentuk daun bulat telur sampai lanset, pangkal bulat, ujung runcing dengan panjang 3 – 12,5 cm dan lebar 2 – 7 cm. Permukaan atas daun berambut atau gundul dengan tulang menyirip.

Bunganya majemuk, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Mahkota bunga berwarna putih, dengan tabung ungu, buah bulat, warna kuning mengkilap, diameter 4 – 6 mm. Daun bisa dimakan sebagai lalap atau disayur.

Anti Racun
Kandungan kimia herba ini, asperuloside, deasetilasperuloside, paederoside, scanderoside, asam paederosidik, dan arbutin. Ia juga mengandung gamma sitosterol, asam oleanolik dan minyak asiri.
Rasa Daun sembukan manis, asam, dan mempunyai afinitas ke meridian limpa, lambung, paru, dan hati. Faedah lain memperkuat lambung dan memperbaiki fungsi pencernaan. Ia juga mempunyai efek analgetik (menghilangkan rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh urin), mukolitik (peluruh dahak), stomatik (penambah nafsu makan), ekspektoran (menghentikan batuk), antipiretik (menghilangkan panas), antibiotik, anti radang, antiracun, serta melancarkan aliran darah dan aliran energi vital.

Sedangkan menurut Ir.W.P.Winarto pada bukunya "Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal",Sembukan mempunyai efek farmakologi sebagai :analgesik (penghilang rasa sakit), karminatif (peluruh kentut), diuretik (peluruh kencing), penambah nafsu makan, antibiotik, anti radang, obat batuk, obat cacing, menghilangkan racun (detoksifikasi), dan peluruh dahak (mucolitik). 

Untuk pemakain sehari-hari , daun sembukan diindikasikan untuk menambah nafsu makan. Selain itu sembukan dipergunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi perut kembung, kurang gizi pada bayi akibat gangguan pencernaan, serta mengatasi nyeri akibat tersumbatnya energi vital dan aliran darah. Efek analgetiknya berkhasiat mengatasi nyeri pasca oprasi, nyeri akibat organ kandungan, nyeri syaraf, rematik, terbentur patah tulsang, keseleo, atau nyeri akibat kolik pada usus, empedu dan ginjal.

Pasien terapi penyinaran akibat kanker sebaiknya minum rebusan tanaman obat tradisional ini. Tujuannya, agar jumlah sel darah putih (leukosit) tidak menurun.

Herba ini dapat dipakai sebagai obat luar maupun dikonsumsi. Untuk obat luar, tanaman obat sembukan menyembhkan luka, borok, bisul, asbes, bekas gigitan serangga, dan ular berbisa. Caranya, cuci bersih batang dan daun segar lalu digiling halus kemudian diborehkan pada luka.

Untuk minum, ambil daun sembukan sebanyak 15 – 60 gram batang dan daun kering, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa sekitar separuhnya. Setelah dingin disaring dan langsung di minum sekaligus. Ampasnya boleh direbus sekali lagi untuk diminum sore hari. Air rebusannya juga dapat digunakan untuk mencuci luka atau eksim. Namun minum rebusan herba ini akan menimbulkan bau yang khas pada hawa napas dan urine si pemakai.

Kegunaan lain sembukan adalah sebagai berikut:
1. Obat tradisional untuk perut kembung, kejang (kolik) kandung empedu dan pencernaan
2. Obat tradisional untuk bronkhitis, batuk (whooping cough)
3. Obat tradisional untuk rematik, luka akibat benturan, keseleo
4. Obat tradisional untuk darah putih berkurang (leukopenia) akibat radiasi
5. Obat tradisional untuk keracunaan organik

 Resep ramuan tradisional dengan menggunakan daun sembung adalah :
 Sembukan 15-60 gram batang dan daun kering direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa sekitar 1 1/2 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai :
Minum rebusan ramuan 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Demikian informasi yang dapat di bagi oleh "rumah obat tradisional" tentang tanaman obat sembukan, semoga bermanfaat.
Jika Anda memerlukan obat tradisional, tanaman obat tepung atau simplisia bisa berkunjung di toko herbal keraton di sini.


 Terima kasih untuk:
-  dr. Setiawan Dalimartha, staf Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta pada TRUBUS 385/12/2001 
- Ir.W.P. Winarto, Tanaman Obat Indonesia Untuk Pengobat Herbal jilid 2
- Gambar dari http://swastikaayu.multiply.com/photos/photo/50/27




Template Information

Diberdayakan oleh Blogger.

Test Footer